Tips Menerjemahkan Teks Menggunakan Google Translate

Cara Menerjemahkan Teks Menggunakan Google Translate

Masdimass.com – Menerjemahkan teks bahasa asing ke bahasa indonesia menggunakan Google Translate bukan perkara enteng. Teks berbeda dengan kata. Jika sebuah kata asing  akan dengan mudah diterjemahkan oleh mesin, maka berbeda halnya dengan teks. Yang kita lihat di kolom hasil translasi pada google translate, jika itu adalah sebuah teks, bukanlah hasil terjemahan teks tersebut melainkan hasil terjemahan dari kata demi kata. 

Untuk menerjemahkan suatu teks bahasa asing ke bahasa indonesia, hal paling penting yang harus kita ketahui adalah kaidah penerjemahan itu sendiri. Menerjemahkan artinya memindahkan, mengkonversi, sekaligus menafsir bahasa lain ke dalam bahasa rujukan tanpa kehilangan makna dan ekspresi dari bahasa asalnya. Google translate tidak menyediakan ekspresi dari bahasa itu sendiri sehingga penggunaannya dalam menerjemah sebuah teks sangat dekat dengan kesalahan penafsiran.

Penafsiran Sebuah Bahasa

Dalam bahasa terdapat makna, rasa, ekspresi  yang hanya bisa diperoleh melalui sebuah penafsiran. Menafsir adalah sebuah tindakan melihat sebuah teks secara utuh untuk menemukan makna di baliknya. Dalam sebuah paragraf misalnya, terdapat pokok paragraf yang bisa saja terletak di awal paragraf, tengah maupun akhir. Untuk menentukan pokok paragraf maka dibutuhkan paragraf pendukung yang tugas dan fungsinya antara lain sebagai penjelasan, penjabaran dan penegasan dari pokok paragraf. Sebuah tindakan melihat teks secara utuh adalah untuk mencari makna dari teks itu sendiri karena sebuah kalimat yang dipenggal akan berbeda maknanya dengan kalimat yang utuh. 

Menafsir juga dinilai sebagai kegiatan menelisik kedalaman bahasa untuk menemukan inti dari pembahasannya. Karena teks terjemahan menyangkut transfer  pengertian dari sebuah kalimat melalui translasi bahasa maka menafsir bisa berarti melihat latar belakang dari suatu teks dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi suatu bahasa. Orang Inggris menggunakan menggunakan kata ‘chicken‘ misalnya untuk meledek seseorang, dan jika diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia maka kata chicken bisa berarti apa saja. Dari sini kita mengambil kesimpulan bahwa menafsir, pada dasarnya adalah membahasakan dengan tepat apa yang tertulis dari bahasa sumber sehingga tidak terjadi pembiasan maksud.

Cara Penggunaan Google Translate Dalam Penerjemahan

1. Menggunakan google translate sebagai pengganti kamus.

Seorang penerjemah profesional tentu tidak akan mengandalkan google translate dalam pekerjaan. Penggunaan kamus sangat penting tetapi tidak dengan google translate selain karena kamus lebih mudah menyampaikan maksud dari kata tertentu, juga karena kamus tersusun lebih komprehensif. Penggunaan google translate bagi seorang profesional hanya jika dimanfaatkan sebagai pengganti kamus, yang artinya digunakan bukan untuk menerjemahkan sebuah kalimat secara utuh melainkan untuk mengartikan sebuah kata. Kamus hanya menyediakan kata per kata, berbeda dengan google translate yg bisa menerjemahkan sebuah kalimat dalam sekali kerja. Jadi, dalam hal ini pengguna hanya menggunakannya jika membutuhkan penjelasan dari suatu kata, istilah atau idiom.

2. Menggunakan Google Translate sebagai alat penerjemah.

Kemudahan yang diperoleh dari Google, selain untuk mendapatkan informasi dengan mudah juga untuk menuntaskan kerja intelektual tertentu. Penerjemahan termasuk ke dalam kerja intelektual yang diyakini sebagian orang bisa dilakukan google. Ini merupakan salah kaprah yang bahkan dengan sengaja dilakukan oleh banyak orang untuk mempermudah pekerjaannya. Para penulis konten menjadi kelompok paling umum yang menggunakan jasa google translate untuk membuat artikel atau pembahasan dalam website atau blog. Hal ini bisa dipahami jika melihat fakta bahwa google translate bisa menerjemahkan sebuah paragraf yang panjang. Tetapi ada fakta lain menyangkut ini; google translate tidak bekerja secara optimal sebagai mesin penerjemah sebuah kalimat. Teknologi ini hanya bekerja kata per kata tanpa melibatkan kaidah dalam bahasa rujukannya, sehingga sebuah susunan kalimat akan diterjemahkan secara lurus ke dalam bahasa tujuan. Setiap bahasa memiliki aturan dan kaidah yang berbeda-beda sehingga jika diterjemahkan secara lurus maka yang terjadi pengkaburan bahkan penyimpangan dari maksud teks itu sendiri. Menghadapi dilema ini, tidak disarankan untuk langsung menggunakan teks terjemahan dari hasil teknologi ini. Harus ada sebuah langkah lanjutan dimana seseorang meniliti hasil terjemahan dari google translate kemudian memahami maksudnya: apakah maksud dari bahasa asal tersampaikan ke dalam bahasa rujukan. Jika fungsi ini digunakan, maka google translate tidak lagi dianggap sebagai alat penerjemah yang sahih/matang melainkan hanya sebagai alat yang mempermudah mengartikan sebuah kata yang tersusun dalam sebuah kalimat. Dari kumpulan kata itu, sebuah kalimat terjemahan dibentuk ulang secara manual. Dalam hal ini, maka poin no. 2 bisa menjadi mirip dengan no. 1 dimana google translate hanya sebatas kamus tetapi digunakan untuk menerjemahkan banyak kata dalam satu waktu.

Kesalahan Penggunaan Google Translate Untuk Idiom Dan Ungkapan

Idiom merupakan susunan dari dua atau lebih kata untuk membentuk sebuah maksud yang berbeda dari kata-kata penyusunnya. Misalkan Redhead dalam bahasa inggris yang pada kalimat tertentu merupakan sebuah idiom. Jika kalimat itu diterjemahkan oleh google translate hasilnya bukanlah sebuah idiom melainkan kalimat biasa sebagai penerjemahan lurus. Hal yang sama juga berlaku dalam ungkapan atau peribahasa. 

Menggunakan Google Translate Hanya Sebagai Alat Bantu.

Untuk menghindari kesalahan penggunaan Google Translate baik dalam menyampaikan maksud sebuah kalimat maupun maksud suatu idiom dan ingkapan, maka kita harus mengembalikan fungsi penerjemahan sebagaimana mestinya. Kembali lagi kita harus melihat suatu teks secara menyeluruh dan bekerja sesuai kaidahnya. Gunakan google translate hanya sebagai alat untuk menerjemahkan sesuatu secara parsial yang hasilnya harus diolah lagi sehingga menghasilkan kalimat yang tidak bias dari kalimat asal. Hanya  jika kita menempatkan Google Translate sebagai kamus (Bukan sebagai mesin penerjemah) maka hasil terjemahan akan tersampaikan dengan baik.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

10 Tips Belajar yang Efektif dan Efisien

Next Post

Tips Bermain bersama Anak di Rumah Selama Pandemi Covid-19

Related Posts