Harga Janda Bolong Mahal

Masdimass.com – Tanaman Janda Bolong

Apa itu Janda Bolong

Tanaman hias Janda Bolong atau bunga janda bolong memiliki nama Latin monstera adansonii variegata, jenis monstera adansonii dari keluarga Araceae. Karena spesies tanaman ini biasanya tumbuh di daerah lembah sungai dan dataran rendah, maka awalnya tanaman jenis ini dikenal di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan sebelum ditemukan pula di wilayah Hindia Barat dan beberapa wilayah Asia. Dari jenis monstera, hanya ada dua jenis yang dibudidayakan menjadi tanaman hias atau bunga yakni monstera deliciosa dan monstera adansonii. Untuk wilayah Asia termasuk Indonesia, jenisnya memiliki karakteristik variegata sehingga sering disebut sebagai monstera adansonii variegata.

Harga Janda Bolong

Nama Janda Bolong diberikan kepada spesias monstera hanya karena daunnya memiliki lubang alami di beberapa bagian atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai swiss chees plant. Berlubang seperti keju swiss. Tanaman janda bolong terdiri atas akar, batang, daun, bunga dan buah. Karakteristik umum dari Monstera Adansonii ini adalah:

  • Batang memiliki panjang sekitar 1 cm
  • Daun memiliki panjang sekitar 21-42 cm
  • Lebar daun sekitar 0,5-1 cm
  • Buah memiliki panjang sekitar 1,5-1,8 cm dan lebarnya sekitar 0,7 cm

Pertumbuhan tanaman ini berlangsung pada wilayah dengan sinar matahari tidak langsung hingga wilayah sedang misalnya pada lembah sekitar sungai dan pada wilayah dataran rendah yang tidak terpapar sinar matahari langsung. Karena sifatnya ini maka sangat baik di dalam ruangan atau teras rumah yang teduh.

Cara perawatan

Terlepas dari harganya yang sedang mahal, tanaman monstera bukanlah jenis tanaman langka. Selain itu perawatannya yang relatif mudah sangat tidak sebanding dengan harganya. Sebagai tanaman hias dan mengingat sifatnya yang tidak tahan pada paparan sinar matahari langsung maka Janda Bolong lebih cocok ditanam pada tempat yang teduh atau di ruangan yang sejuk. Tanaman ini tidak membutuhkan terlalu banyak air untuk pertumbuhannya serta kebal terhadap serangan hama dan penyakit. Walaupun demikian, tanah yang gembur dan subur tetap menjadi faktor penting untuk pertumbuhannya. Saat ini, setelah harganya meledak di pasaran, banyak petani bunga dan pengrajin tanaman hias menjual Janda Bolong di dalam berbagai jenis pot dan wadah.

Berapa Harga Janda Bolong

Sebelum menjadi tanaman hias fenomena saat ini, bunga monstera adansonii diharga sekitar dua puluh ribuan hingga 50 ribuan tergantung jumlah daunnya. Lalu dalam beberapa bulan terakhir ini harganya melambung tinggi bahkan hingga ratusan juta rupiah. Sejatinya tidak ada patokan harga untuk tanaman janda bolong. Petani, pengrajin, dan penjual bisa sesuka hati menjual tanamannya sesuai kesepakatan dengan pembeli.

Harga tanaman janda bolong dihitung dari jumlah daunnya. Semakin banyak daun maka harganya akan semakin mahal. Hal ini bukan berarti yang bisa dijual dari tanaman hias tersebut adalah daunnya, tetapi lebih pada jumlah daun yang tumbuhpada batangnya.

Ada dua jenis janda bolong, yakni monstera adansonii yang dihargai dari ratusan ribu hingga sejutaan rupiah dan monstera obliqua atau monstera adansonii variegata yang dibanderol sangat mahal hingga di atas seratus juta. Perbedaan kedua jenis terletak pada karakteristik daunnya. Daun adansoni berwarna hijau tua sedangkan variegata berbercak putih atau putih menyeluruh. Selain warna, ada perbedaan pada tipe lubang daunnya dimana adansonii lebih halus dan kecil sementara variegata lebih kasar dan besar. Untuk mengetahui perbedaan dua jenis monstera tersebut sangat mudah jika dinilai dari warna daunnya. 

Mengapa Janda Bolong Mahal

Belum diketahui secara pasti mengapa harga tanaman monstera dijual dengan harga mahal selama beberapa bulan terakhhir ini. Tetapi jika melihat bahwa tidak ada harga yang ditetapkan secara umum maka disimpulkan bahwa mahal atau tidaknya tergantung kesepakatan penjual dan pembeli.

Harga bunga menjadi mahal pada suatu waktu tertentu bukanlah hal yang tidak umum. Dalam sejarah, telah banyak jenis bunga yang diharga sangat mahal karena berbagai alasan. Bunga tulip bahkan sempat meledak pada masa jayanya dimana para investor dan pemilik modal berinvestasi terhadap secara global. Di Indonesia sendiri pernah fenomenal pula jenis bunga Anthrium Gelombang Cinta sekitar tahun 2007 silam. Alasan paling masuk akal adalah karena trend yang sedang terjadi. Dalam berbagai kasus, bunga yang dijual mahal hanya meledak dalam periode yang relatif singkat, kemudian menghilang dari pasaran. Pada kasus Janda Bolong, sifat latah dan ikut-ikutan pada masyarakat kita yang membuat tanaman ini dihargai tinggi. Bahkan status sosial dan gengsi menjalankan peran yang sama. Di sisi lain, para petani bunga dan penjual menangkap peluang ini untuk dijadikan bisnis dengan omset besar. Masyarakat kita yang terdorong oleh harganya yang fantastis kemudian menjadikannya sebuah produk investasi. Rantai bisnis ini lalu berujung pada permainan harga yang melambung tinggi yang mana akan sampai titik jenuh sebelum hancur.

Berinvestasi Pada Janda Bolong

Trendingnya tanaman Janda Bolong di masyarakat kita dianggap sebagai peluang bisnis yang menggiurkan, terlebih dalam kondisi wabah pandemi korona. Apakah bisnis ini menjanjikan? Ya, sangat menjanjikan selama permintaan masih naik. Yang menjadi kekhawatiran adalah berapa lama fenomena ini sampai pada puncak lalu menjadi jenuh kemudian dilupakan. Janda Bolong bukanlah tanaman langka yang bernilai estetika tingggi. Bahkan nilai gunanya hanya sebagai tanaman hias belaka seperti halnya bunga lain. Dengan perawatannya yang sangat mudah, harga tinggi yang ditetapkan padanya menjadi tidak masuk akal. Jadi hanya masalah waktu saja yang akan membuyarkan bisnis jenis ini.

Dari segi investasi, Janda Bolong sangat tidak layak dilihat sebagai peluang investasi. Selain karena nilai guna dan estetiknya yang rendah, tanaman ini hanya fenomenal di lokal. Negara luar tidak membicarakan tanaman ini sekarang. Pilihan untuk berinvestasi pada tanaman Janda Bolong akan menjadi pilihan buruk. Harga yang dibanderol sangat tinggi saat ini sangat mungkin akan terjun bebas ke harga normalnya sehingga tidak dianjurkan menginvest pada Janda Bolong.

Apabila anda tertarik pada Janda Bolong maka belilah kepada penjual yang menjual dengan harga normal atau beli sesuai kantong dan kebutuhan saja, kecuali anda memiliki banyak uang dan sekedar menghabiskannya untuk sejenis tanaman hias. Tetapi kita harus bijak menyikapi sebuah fenomena, khususnya di masa pandemi dengan situasi ekonomi yang sedang kacau. Gunakan tanaman ini secara wajar, yakni sebagai penghias dan penyejuk bukan sebagai sebuah bisnis dan investasi. Walaupun trendnya sedang naik, kita harus belajar dari masa lalu. Kerugian investor Tulip dan Gelombang Cinta tidak terhitung jumlahnya. Hindari pula permainan harga yang tidak masuk akal, yang justru berimbas pada produk itu sendiri di kemudian hari. Tak bisa dipungkiri bahwa hanya dalam hitungan bulan, harga tanaman hias Janda Bolong akan mulai turun perlahan, lalu menghilang dari peredaran. Hal ini wajar dan sudah lumrah, untuk suatu fenomena yang memang meledak sebentar kemudian senyap dalam kurun waktu yang lama.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Cara Untuk Uji Kecepatan Internet

Next Post

Cara Hidup Sehat di Tengah Pandemi Covid-19

Related Posts