9 Tips Belajar Investasi Saham Bagi Pemula

Tips Belajar Investasi Saham

Masdimass.com – Sejak tahun 2014, masyarakat Indonesia mulai menaruh minat pada investasi saham. Yang mana sebelumnya investasi yang mengarah pada properti yang lebih diminati. Di tahun 2014 berdasar survei Manulife Investor Sentiment Index (MISI) mencatat, investasi saham digemari masyarakat sebesar 70 persen. Hingga tahun 2020 ini minat masyarakat terhadap investasi saham terus meningkat. Hal ini tidak terlepas karena masyarakat yang semakin cerdas dan melek tentang investasi, mengalami pergeseran gaya hidup. Gaya hidup masyarakat dalam hal pengelolaan uang lambat laun berubah dari yang tadinya  “Saving Society”  menjadi “Investing Society”.

Tapi sebelumnya sudah tahu belum sih apa itu saham? Sebenarnya apakah ada atau tidak keuntungan berinvestasi saham yang dapat diperoleh? Saham adalah bukti kepemilikan di sebuah perusahaan. Saham merupakan salah satu produk pasar modal yang menjadi salah satu instrumen investi jangka panjang. Dalam hal keuntungan dari investasi saham ada dua, yakni mendapatkan capital gain (keuntungan dari kenaikan harga) dan mendapatkan dividen (pembagian keuntungan perusahaan). Namun perlu diketahui nih investasi saham juga bukan tanpa resiko ya. Ada dua resiko dari investasi saham, yakni kerugian atas penuruan harga dan jika perusahaan bangkrut.

Oleh karena itu penting sekali untuk bisa memilih dengan tepat perusahaan mana yang tepat untuk dilakukan investasi saham. Jangan sampai asal memilih perusahaan ketika akan investasi saham. Ada baiknya untuk terlebih dahulu mengecek track record dan keadaan dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Bagi kamu yang ingin tahu bagaimana cara belajar investasi saham, atau kamu yang masih pemula dan ingin belajar. Yuk baca tips di bawah ini belajar saham untuk pemula!

Tips Belajar Investasi Saham

1. Investasikan Waktu Sebelum Uang

Dalam hal apapun pasti harus dimulai dengan belajar. Tidak ada yang namanya langsung tiba-tiba bisa. Ingat ini dunia nyata bukan dunia kayak di Harry Potter ya! Bahkan di dunia Harry Potter saja mereka harus belajar dulu sebelum dapat mahir melakukan sihir, loh. Oke balik ke saham, nah sama halnya dengan investasi saham. Semuanya harus dimulai dengan belajar. Belajar dulu tentang dasar-dasar investasi, istilah-istilah yang sering digunakan dalam investasi saham biar nanti tidak bingung, asah kemampuan dengan memakai akun trading yang disediakan untuk simulasi perdagangan di pasar saham, dan bisa juga gabung dengan komunitas atau grup yang anggotanya terdiri dari orang-orang berpengalaman.

2. Jangan terlalu napsu

Kalian pasti tahu kan segala sesuatu yang dimulai dengan terlalu napsu tidak akan berakhir baik. Sama halnya dengan investasi saham. Biarpun kalian punya modal besar, perlu diingat jangan terlalu napsu dalam investasi saham. Kalau salah memperhitungkan dan salah kelola di dunia saham maka bisa berdampak pada kerugian besar. Sebab semakin besar dana yang dipertaruhkan, makin besar pula tingkat risikonya. Oleh karenanya sebagai pemula mulailah dengan sedikit demi sedikit dan penuh perhitungan. Bagi pemula sebaiknya mulai dengan dana kecil, misalnya ratusan ribu dulu. Ada kok perusahaan sekuritas yang menyediakan akun dengan minimal deposit awal Rp 100.000.

3. Penting untuk Mengamati Situasi Negara

Pernah dengar atau membaca dari berita ketika ada negara-negara tertentu yang mengalami gejolak, maka harga saham di negara tersebut juga berpengaruh? Bagi kalian yang masih pemula dalam investasi saham, sangat penting untuk sering-sering membaca atau menonton berita mengenai situasi politik dan ekonomi dari negara yang perusahaannya ingin kalian investasi saham. Peka terhadap situasi ekonomi dan politik ini penting untuk mengambil keputusan.

4. Pilih Indeks Mana yang Tepat

Indeks saham adalah pendaftaran saham dan sebuah statistik menggambarkan harga komposit dari komponennya. Indeks saham ini dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk berinvestasi saham, pilihlah saham-sahakm yang tergabung di indeks LQ45 atau IDX30. Kenapa? Sebab saham-saham yang masuk ke dalam indeks-indeks tersebut sering disebut dengan istilah blue chip. Selain itu fundamental perusahaannya juga dinilai baik.

5. Pilih Saham yang Fundamental Keuangan Baik

Setelah memilih indeks saham mana yang tepat. Kamu perlu banget bisa memilih saham mana yang fundamental keuangannya baik. Selain itu perlu juga melihat bagaimana keadaan portfolionya, track record usahanya seperti apa, dan apakah kondisi keuangannya baik atau tidak. Kalau kamu bisa memilih dengan tepat, maka kamu bisa menekan angka kerugian di masa yang akan datang, dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

6. Mau Jadi Trader atau Investor

Apa sih bedanya antara jadi trader atau jadi investor? Trader itu memiliki sifat mencari keuntungan dari harga yang kadang bisa naik atau turun dalam waktu yang relatif singkat. Sedangkan untuk investor adalah mereka yang menyimpan saham dalam jangka waktu yang lama dan mendapatkan keuntungannya di kemudian hari. Bagi kalian yang masih pemula, disarankan untuk benar-benar bisa memutuskan akan memilih yang mana, ya. Jangan sampai labil memilih antara jadi trader atau investor, yang mana akhirnya malah membuat kalian mengalami kerugian.

7. Saat Membeli Saham Pilih Waktu yang Tepat.

Penting diingat ketika membeli saham ialah memperhatikan dengan baik waktunya. Waktu yang tepat untuk membeli saham ialah ketika harga saham turun pada level aman tertentu, atau ketika harga saham sedang naik pada level tertinggi di titik tertentu, dan ketika saham berada pada posisi batas bawahnya. Nah untuk tahu tentang level aman tertentu dari batas harga saham yang sedang turun, atau mengetahui level tertinggi pada titik tertentu kamu perlu terlebih dahulu bener-bener paham tentang saham ya. Kamu juga tetap harus mempertimbangkan berbagai aspek lainnya agar tidak sampai salah langkah. Dalam investasi saham kamu perlu menganalisis terlebih dahulu, jadi tidak bisa grasa-grusu.

8. Disiplin Dalam Melakukan Stop-loss

Jika harga saham yang kamu beli ternyata mengalami penurunan, tenang kamu tidak perlu panik apalagi nangis berderai-derai, ya. Sebab dalam dunia investasi saham, kerugian itu adalah hal yang lumrah alias normal. Karena dalam bidang lain pun, kerugian pasti ada kan apalagi dunia saham. Kalau kamu mengalami harga saham yang sudah dibeli mengalami penurunan, kuncinya hanya satu, yakni sabar. Karena nanti harga saham yang kamu beli pasti akan naik lagi, kok. Asalkan saham yang kamu beli itu punya prospek bisnis yang cerah. Tapi kalau kamu melihat penurunan harga saham diakibatkan karena faktor fundamental keuangan, jangan sampai ragu untuk stop-loss ya. Sebab kalau tidak kamu lakukan stop-loss lalu emiten akhirnya bangkrut, kerugian yang akan kamu terima menjadi semakin besar.

9. Diversifikasi Investasi

Seperti halnya dunia investasi yang lain, investasi saham juga memiliki risiko tersendiri. Yang pasti semua pemain mengalami akibat dari risiko main investasi saham. Nah untuk pemula yang baru belajar main saham, lakukanlah diversifikasi investasi. Dalam dunia investasi ada istilah “don’t put your eggs in one basket”. Jadi, jelasnya diversifikasi investasi itu adalah proses mengurangi risiko investasi dengan tidak fokus pada satu instrumen saja tetapi harus disebar ke beberapa investasi yang berbeda. Selain untuk meminimalkan risiko kerugian yang di dapat, diversifikasi investasi juga menjadi salah satu strategi para pakar untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh.

Total
9
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Belajar Desain Grafis

Cara Belajar Desain Grafis Secara Otodidak Bagi Pemula

Next Post

Kata Siapa Matematika Sulit Dipahami? Ikuti Tips Belajar Matematika Berikut Ini!

Related Posts