Apa Itu Paylater? Apakah Paylater Aman?

Apa Itu Paylater? Apakah Paylater Aman? – Di zaman yang canggih sekarang ini segala sesuatu semakin di permudah dengan adanya dan perkembangan teknologi yang semakin maju. Apalagi dengan adanya financial technlogy yang sudah tersebar dimana mana. Fintech ini memudahkan masyarakat dalam berinteraksi apapun, Sehingga kredit pun juga dilayani didalam fintech. Hingga saat ini sudah ada layanan kredit di Paylater.

Apa itu paylater?


Apa itu paylater? Paylater adalah fasilitas keuangan yang memungkinkan metode pembayarannya dengan cicilan tanpa kartu kredit atau bisa juga Pay later adalah skema metode pembayaran mirip dengan kartu kredit, di mana perusahaan aplikasi yang menalangi pembayaran tagihan pengguna kepada merchant. Setelah itu, pengguna membayar tagihannya ke perusahaan aplikasi tersebut. Beberapa platform fintech saat sedang seru membahas mengenai cara kredit kekinian ini. bahkan diantaranya fitur Ini banyak terdapat atau sudah di miliki mulai dari e-commerce ticketing liburan hingga marketplace-marketplace demi memfasilitasi siapa saja pengguna yang ingin liburan ataupun berbelanja dengan gampang. Berikut adalah 5 fakta mengenai kegunaan PayLater:

    1. Mudah dalam Pendaftaran

Untuk menggunakan Paylater ini sangat lah mudah. Contohnya Seperti pada saat kita ingin mengggunakan PayLater, tinggal unduh saja platform-platform yang memiliki PayLater untuk belanja atau mempersiapkan liburan. Misal, Shopee Paylater, Traveloka PayLater, Gopay PayLater, OVO PayLater, dll

    2. Diawasi oleh OJK

Jika terdapat kekhawatiran bagi yang ingin menggunakan paylater, tenang saja, karena sekarang Paylater sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, semua syarat dan ketentuan untuk kredit di PayLater ini yang pasti harus sesuai dengan aturan OJK yang tidak akan merugikan kita sebagai pengguna.

    3. Fleksibel dan Cepat

Semua dan Siapa pun bisa mendaftar menjadi pengguna, maka dengan begitu siapa pun yang mengajukan kredit juga pasti akan disetujui. Tidak seperti bank bank lainnya yang butuh melakukan survei terlebih dahulu terhadap calon debitur, kredit di PayLater bisa saat itu juga dipakai jika sudah disetujui

    4. Mempunyai Bunga

PayLater sedikit berbeda dengan sistem bunganya, ini dikarenakan minimnya dokumen yang disetorkan pada saat mengajukan pinjaman sehingga pemberi pinjaman (fintech lending) menetapkan bunga lebih tinggi. PayLater milik Traveloka dan PayLater milik OVO mungkin sedikit berbeda dalam menerapkan bunga, ini karena penyalur dana bukanlah perbankan yang tunduk pada BI (pemerintah). Penyalur dana di PayLater adalah fintech lending. OVO PayLater misalnya, ia mematok bunga di kisaran 2,8 hingga 2,9 persen untuk transaksi yang diubah ke cicilan. Selain pengenaan bunga untuk cicilan, transaksi dengan OVO PayLater juga akan dikenakan biaya admin sebesar 5% dari transaksi.

Apakah Paylater Aman?

Kekhawatiran pengguna terhadap layanan paylater ini sangat beragam ada yang memberikan opini seperti pay later memberikan kemudahan berutang bagi para pengguna aplikasi ada yang juga yang memberikan opini layanan pay later ini bisa menjebak para pengguna untuk lebih banyak lagi berutang dalam memenuhi kebutuhan secara mudah dan cepat.

“Pengguna Milenial pada umumnya suka dengan hal-hal yang sifatnya bisa memudahkan, cepat dan praktis. tetapi terkadang, mereka sendiri suka tidak sadar bahwa hal-hal yang cepat dan mudah itu tidaklah gratis

Seperti halnya kartu kredit konvensional, layanan pay later dari aplikasi juga memiliki sejumlah biaya yang harus diperhatikan oleh pengguna di antaranya seperti biaya bulanan, biaya cicilan dan biaya lainnya dari setiap aplikasi.

Contohnya Untuk Go-Jek, pengguna diwajibkan membayar biaya bulanan atau subscription fee sebesar Rp25.000/bulan. Kewajiban ini dibebankan apabila pengguna melakukan transaksi. Jika tidak ada riwayat transaksi selama sebulan, maka tidak dikenakan biaya bulanan.

Selanjutnya, Go-Jek tidak ada biaya tambahan apapun untuk pay later tersebut selama pengguna dapat melunasi utang dalam kurun waktu 30 hari. Jika terlambat melunasinya, pengguna akan dikenakan biaya keterlambatan sebesar Rp2.000/hari.

Traveloka pun juga mengenakan biaya bulanan yang disebut dengan instalment fee yang diklaim cukup ringan bagi pengguna. Adapun, untuk biaya cicilan yang ditawarkan Traveloka 2,14 persen-4,78 persen/bulan dari nilai transaksi.

Berbeda halnya dengan yang lain, OVO tidak mengenakan biaya bulanan. Namun, aplikasi milik Lippo Grup ini mengenakan biaya administrasi senilai 5 persen dari nilai transaksi. Jika ada keterlambatan dalam pembayaran, pengguna akan dikenai bunga 0,1 persen/hari

Belanja dengan paylater sebenarnya bisa saja aman dan menguntungkan jika dipakai dengan penuh perhitungan. Jika tidak, akses utang yang mudah ini justru mendorong orang lebih konsumtif. Karena itu, perhitungkan dengan matang penggunaan paylater, agar tidak terbelit gunungan utang.

Apa Saja Kekurangan, Bahaya, Resiko dalam PayLater?

Disetiap ada keuntungan pasti tetap ada risiko yang membayangi. Kemudahan yang dikatakan sebagai kelebihan dari fitur Pay later ternyata bisa menjadi kekurangan dari Paylater itu sendiri. Kok bisa? Berikut kekurangan yang perlu kamu pahami sebelum menggunakan fitur pembayaran PayLater.

    1. Akan Berpotensi Boros dan Menambah Utang

Kemudahan dalam menggunakan paylater sebagai pilihan metode pembayaran dapat mengarahkan atau berpotensi membuat penggunanya akan menjadi boros. Kenapa bisa begitu? Sebab bisa jadi pengguna tidak akan berpikir panjang untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak benar-benar membutuhkan. hanya tergiur pada promo-promo yang menggunakan paylater

Bagi kamu yang doyan berbelanja, fitur paylater ini bisa berpotensi membuat kamu menambah banyak utang juga. Beli ini-itu tanpa berpikir panjang dan beranggapan bisa mencicil kemudian, tau-tau tagihan menumpuk dan melonjak diakhir bulan.

Apalagi fitur paylater ini tersemat didalam aplikasi online terkenal yang sudah memiliki jutaan pengguna dan hampir digunakan setiap hari untuk berbagai hal. Misalnya belanja kebutuhan sehari-hari, beli pulsa, belanja makanan, transportasi, beli elektronik, beli baju dll.

    2. Pengaturan Keuangan yang Berantakan

Dari boros akhirnya paylater pun bisa merusak pengaturan keuangan pribadi. Apalagi jika kamu tergolong orang yang tak kuat menahan godaan diskon atau barang keluaran terbaru.

Klik ini-itu bayar menggunakan ‘paylater’ bisa-bisa kamu jadinya memiliki banyak utang di lebih dari 1 aplikasi fitur ‘paylater’. Terus jika seperti ini, bagaimana? Keuanganmu jadi berantakan kan? cicilan makin banyak dan bisa jadi dikejar-kejar tagihan bulanan ‘paylater’.

    3. Nilai Skor Kredit Turun

Tidak ada siapa pun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, semisal suatu hari pinjaman ‘paylater’ mu telat atau tidak bisa membayar tepat waktu, terus hal ini berlangsung dalam periode yang cukup lama. Efek buruknya tagihan tersebut akan membengkak dan menyebabkan catatan reputasi kredit atau skor kredit bank kamu akan turun alias buruk.

Jangan dikira, bayar pakai paylater itu tidak ada pengaruhnya pada skor kredit perbankan. Justru kamu harus pahami hal ini dengan baik bahwa paylater itu sama dengan cicilan. Semuanya akan terkoneksi dengan yang lain, jadi jika kamu tidak bayar, telat bayar dalam waktu lama, ingat ada pengaruh pada nilai kualitas kredit kamu di perbankan.

Jangan sampai terjadi pada hal yang lebih penting seperti pengajuan pinjaman/kredit untuk kredit rumah, kendaraan dan modal usaha bisa terancam ditolak karena kualitas skor kredit yang rusak akibat kelalaian mencicil utang dalam sistem ‘paylater’.

    4. Ancaman Keamanan Identitas

Teknologi canggih sekalipun dalam keamanan data konsumen yang digunakan untuk sistem PayLater, tetap saja akan ada ancaman kejahatan cyber yang membayang-bayangi. Data pribadi konsumen bisa diretas dan digunakan pada hal-hal yang bertanggung jawab, pembobolan dana bahkan untuk tindakan kriminal seperti penipuan.

Sudah tahu kan jika pernah ada kejadian pengaktifan paylater oleh oknum tak dikenal? Nah, ingat kamu harus berhati-hati dalam menjaga keamanan data, akun dan password e-commerce maupun dompet digital. Jangan sampai terkena musibah kejahatan cyber.

    5. Bunga dan denda Fitur PayLater

Kamu harus pahami jika pinjaman paylater berlaku bunga cicilan yang harus dibayarkan. Belum lagi ada beban biaya lainnya semisal denda bila telat bayar. Hal ini tentunya akan berbeda-beda dari masing-masing fitur paylater.

Pastikan sebelum kamu menggunakan bayar pakai PayLater, cek dulu syarat dan ketentuan bunga, denda dan biaya lainnya yang berlaku. Baca, pahami dan sesuaikan dengan kemampuan. jika terasa berat, ya lebih baik jangan digunakan daripada kamu tak bisa melunasi tagihan di kemudian hari.

    6. Jangan Terlena dan Berakhir Konsumtif

PayLater memang mudah digunakan, tidak ribet dan tidak perlu jaminan. Hal ini membuat fitur ‘paylater’ sangat banyak diminati khususnya bagi orang-orang yang tidak memiliki kartu kredit tetapi tetap ingin menikmati fasilitas yang hampir serupa.

Tapi ingat, bagaimanapun utang tetaplah utang, kamu tetap harus membayarnya. Boleh saja menggunakan paylater untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keinginan sampai kebutuhan yang sifatnya mendadak. Tetapi harus selalu ingat untuk mengukur kemampuan finansialmu dan jangan sampai kamu terlena dan akhirnya hidup sangat konsumtif dengan banyak utang tagihan ‘pay later’. Bijak lah dalam menggunakan paylater!

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Cara Melamar Kerja Yang Baik Dan Benar

Next Post

Tips Belajar Di Rumah Selama Pandemi Covid-19 Agar Anak Tidak Merasa Bosan

Related Posts